Posted by: andiique on: October 27, 2008
Apakah masih ada celah berbisnis Pulsa elektrik?
Tentu saja masih. Asalkan, sekali lagi, Anda mesti sungguh-sungguh dalam menjalankan usaha yang siapa tahu bisa membuat kocek Anda semakin tebal.
Lihat saja pengalaman Desi Marwali. Untuk melengkapi toko kelontongnya, ia tidak sungkan-sungkan melengkapi barang dagangannya dengan penjualan voucher fisik dan elektrik. usaha yang sudah ia lakoni sejak tahun 2005 inipun semakin berkembang. Saat ini, Desi kerap menghabiskan uang hingga Rp 20 juta per bulan untuk membeli pulsa.
Padahal, tiga tahun silam, Desi cuma menaruh modal untuk membeli pulsa tidak lebih dari Rp 5 juta saja. Desi memang beruntung, modal yang lainnya tidak perlu ia keluarkan. Misalnya, ia tinggal menaruh pelbagai voucher fisik di salah satu sisi toko kelontongnya.
CAlon peritel voucher juga bisa mengekor Desi. Bahkan, cara tersebut merupakan cara yang paling ampuh untuk menghemat dana. Anda bisa berjualan voucher di halaman rumah atau garasi Anda. Yang penting, calonlahan bisnis Anda cukup luas menampung etalase standar adalah 1,5 m2. Etalase ini bisa dibeli di toko atau bisa pula Anda buat.
Kemudian, tinggal mencari para agen atau tempat grosir membeli pulsa, entah itu fisik atau elektrik. Anda bisa langsung menyambangi para agen dan grosir seperti CendanaPulsa. Grosir atau agen itu pun bisa Anda jumpai di berbagai pusat perbelanjaan.
Biasanya, para agen atau grosir pemasok pulsa meminta sejumlah deposit yang harus dibayar pemilik kios. Besar setoran jaminan itu beragam tergantung dari kebijakan masing-masing agen. Ada yang mencantumkan angka ratusan ribu rupiah, tapi ada juga yang bisa mencapai jutaan rupiah.
Tapi, Desi menyarankan agar Anda kudu keluar dana tidak cuma angka ratusan ribu rupiah saja. “Sebaiknya, modalnya minimal Rp 1 juta atau juga bisa lebih,” saran Desi.
Setelah semua modal dagang voucher sudah terkumpul, Anda tinggal memasarkan voucher itu. Berapa banyak pelanggan yang datang tentu sangat bergantung dari lokasi kios Anda, serta seberapa bagus Anda melayani pembeli.
Ada baiknya Anda melakukan promosi harga terlebih dahulu. Caranya, pajang saja papan harga di depan kios. Siapa tahu, ada pembeli yang kepincut dengan tawaran harga yang Anda buat.
Anda harus memburu banyak pembeli agar keuntungan Anda gendut. Pasalnya, margin keuntungannya cuma 2% – 3% saja.
Posted by: andiique on: October 14, 2008
Albeo theme by Design Disease